1. Bagaimana proses digitalisasi
televisi di indonesia ?
Proses digitalisasi
diindonesia sudah merencanakan switch-off analog secara nasional dilakukan pada
awal tahun 2018. Pemerintah berargumentasi bahwa hampir lebih dari 85% wilayah
dunia sudah mulai mengimplementasikan TV digital termasuk singapura dan malaysia mereka sudah menggunakan sejak 2011 dan Indonesia bisa terisolasi
secara teknologi kalau tidak segera menerapkan digitalisasi sehingga rakyat
dirugikan.
Masyarakat sebenarnya,
bukan tidak setuju dengan digitalisasi Yang mereka khawatirkan mungkin proses
yang terkesan terburu-buru dan tidak transparan. Sehingga Pemerintah seperti
sedang kejar tayang dan Digitalisasi saat ini tidak memiliki hukum yang jelas, Sehingga
sampai saaat ini banyak prokontra yang berpkepanjangan yang tidak jelas
masalahnya . Dengan sistem digital satu kanal dapat memuat 6 kali lebih banyak
program siaran sehingga masalah keterbatasan frekuensi ini diharapkan dapat
teratasi. Namun,berpindah teknologi analog menuju ke digital tidak dapat
dilaksanakan secara terburu-buru tanpa persiapan matang. Transisi ini dalam
praktiknya sangat terkait dengan kesiapan infrastruktur dan aspek nonteknologis
seperti kondisi sosial-ekonomi, serta payung regulasi yang memadai sehingga
semua yang berkepentingan, baik pemerintah, perusahaan siaran, dan terutama
masyarakat tidak dirugikan. Jika pada akhirnya tidak ada jaminan diversity of
ownership dan diversity of content maka
secara substansi tidak ada perubahan yang berarti.
2. Bagaimana karakteristik digitalisasi
media televisi dibandingkan media lainnya ?
Karateristik
digitalisasi media televisi dapat dilihat dari segi pandangnya diantaranya :
Media
Pandang dengar (audio-visual)
Maksutnya
media pandang sekaligus media dengar televisi berbeda dengan media cetak yang
lebih merupakan media pandang. Televisi juga berbeda dengan radio yang
merupakan media dengar,orang memandang gambar yang ditayangkan
televisi,sekaligus mendengar atau mencerna narasi atau naskah dari gambar
tersebut.
Mengutamakan
gambar yaitu Kekuatan televisi ini juga terletak lebih pada gambar. Gambar
dalam hal ini gambar hidup, membuat televisi lebih menarik di bandingkan media
cetak. Narasi atau naskah bersifat mendukung gambar.
Mengutamakan
kecepatan ,maksutnya Jika deadline media
cetak 1 x 24 jam, deadline atau tenggat televisi bisa disebut setiap detik
Bersifat Sekilas ,Maksutnya jika media cetak
mengutamakan dimensi ruang, televisi mengutamakan dimensi waktu atau durasi,
berita televisi bersifat sekilas tidak mendalam dan dengan durasi tayang
terbatas
Bersifat
Satu ArahTelevisi dalam arti pemirsa tidak bisa pada saat itu juga memberi
respon balik terhadap berita televisi yang di tayangkan, kecuali dalam beberapa
program interaktif, pemirsa hanya punya satu kesempatan untuk memahami berita
televisi.
3. Jelaskan hambatan dan kendala dalam
proses digitalisasi televisi ?
Hambatan
dalam proses digitalisasi televisi , masyarakat tidak mau membelanjakan uang
untuk membeli paket digital yang menyertakan beberapa channel yang bisa mereka
dapat, karena sebagian orang yang tidak mampu merasa keberatan
mengeluarkan
uang untuk membeli televisi digital dan hambatan lainnya, masyarakat yang masih
belum memiliki televisi khusunya di plosok atau didesa bagaimana mereka mau
berpidah ke televisi digital, sedangkan
sebelumnya saja mereka tidak miliki televisi. Kemudian mereka yang belum bisa
membeli TV digital apakah masih bisa menerima frekuensi terhadap tv analog
tersebut?
Kendala dalam
proses digitalisasi diantaranya harus dipersiapkan yang matang dan ditentukan
alat teknologi dengan standarisasi nasional agar tidak mengalami masalah . dan
dalam bidang penyiarannya itu harus diperbaiki lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar