Kamis, 24 Maret 2016

DIGITAL MEDIA

1. Bagaimana proses digitalisasi televisi di indonesia ?
Proses digitalisasi diindonesia sudah merencanakan switch-off analog secara nasional dilakukan pada awal tahun 2018. Pemerintah berargumentasi bahwa hampir lebih dari 85% wilayah dunia sudah mulai mengimplementasikan TV digital termasuk singapura dan malaysia mereka sudah menggunakan sejak 2011 dan Indonesia bisa terisolasi secara teknologi kalau tidak segera menerapkan digitalisasi sehingga rakyat dirugikan.
Masyarakat sebenarnya, bukan tidak setuju dengan digitalisasi Yang mereka khawatirkan mungkin proses yang terkesan terburu-buru dan tidak transparan. Sehingga Pemerintah seperti sedang kejar tayang dan Digitalisasi saat ini tidak memiliki hukum yang jelas, Sehingga sampai saaat ini banyak prokontra yang berpkepanjangan yang tidak jelas masalahnya . Dengan sistem digital satu kanal dapat memuat 6 kali lebih banyak program siaran sehingga masalah keterbatasan frekuensi ini diharapkan dapat teratasi. Namun,berpindah teknologi analog menuju ke digital tidak dapat dilaksanakan secara terburu-buru tanpa persiapan matang. Transisi ini dalam praktiknya sangat terkait dengan kesiapan infrastruktur dan aspek nonteknologis seperti kondisi sosial-ekonomi, serta payung regulasi yang memadai sehingga semua yang berkepentingan, baik pemerintah, perusahaan siaran, dan terutama masyarakat tidak dirugikan. Jika pada akhirnya tidak ada jaminan diversity of ownership dan diversity of content  maka secara substansi tidak ada perubahan yang berarti.

2.  Bagaimana karakteristik digitalisasi media televisi dibandingkan media lainnya ?
Karateristik digitalisasi media televisi dapat dilihat dari segi pandangnya diantaranya :
Media Pandang dengar (audio-visual)
Maksutnya media pandang sekaligus media dengar televisi berbeda dengan media cetak yang lebih merupakan media pandang. Televisi juga berbeda dengan radio yang merupakan media dengar,orang memandang gambar yang ditayangkan televisi,sekaligus mendengar atau mencerna narasi atau naskah dari gambar tersebut.
Mengutamakan gambar yaitu Kekuatan televisi ini juga terletak lebih pada gambar. Gambar dalam hal ini gambar hidup, membuat televisi lebih menarik di bandingkan media cetak. Narasi atau naskah bersifat mendukung gambar.
Mengutamakan kecepatan ,maksutnya  Jika deadline media cetak 1 x 24 jam, deadline atau tenggat televisi bisa disebut setiap detik
 Bersifat Sekilas ,Maksutnya jika media cetak mengutamakan dimensi ruang, televisi mengutamakan dimensi waktu atau durasi, berita televisi bersifat sekilas tidak mendalam dan dengan durasi tayang terbatas
Bersifat Satu ArahTelevisi dalam arti pemirsa tidak bisa pada saat itu juga memberi respon balik terhadap berita televisi yang di tayangkan, kecuali dalam beberapa program interaktif, pemirsa hanya punya satu kesempatan untuk memahami berita televisi.

3.  Jelaskan hambatan dan kendala dalam proses digitalisasi televisi ?

Hambatan dalam proses digitalisasi televisi , masyarakat tidak mau membelanjakan uang untuk membeli paket digital yang menyertakan beberapa channel yang bisa mereka dapat, karena sebagian orang yang tidak mampu merasa keberatan
mengeluarkan uang untuk membeli televisi digital dan hambatan lainnya, masyarakat yang masih belum memiliki televisi khusunya di plosok atau didesa bagaimana mereka mau berpidah  ke televisi digital, sedangkan sebelumnya saja mereka tidak miliki televisi. Kemudian mereka yang belum bisa membeli TV digital apakah masih bisa menerima frekuensi terhadap tv analog tersebut?

Kendala dalam proses digitalisasi diantaranya harus dipersiapkan yang matang dan ditentukan alat teknologi dengan standarisasi nasional agar tidak mengalami masalah . dan dalam bidang penyiarannya itu harus diperbaiki lagi 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar